Jumat, 05 November 2010

the driver

Be me and you is not an item
(off course i lied when i said "i've tried")
you, hollow eyes and barren lips
(a NO really means NO even when i tried my hardest)
but sweetness is in the eyes of the loving
and no matter how numb you are as person in my category
still i stay longer
even when i hate myself for it
rush and rush myself
to fullfill my desire of being love
my being love

you, the one who choose to be wet under the rain
with me and my umbrella right beside you
how sturdy
(you never know how much i want to share that space)
no you will not ask
that is how far i know you
and i dont want to ask
be you wet in the rain
i ask no more

but sweetness is in the eyes of the loving
hurt still
when im no longer around and your images is still with me

it takes time wih me
and i wonder how helpless will i be

so i transfer all my loving
for sadness's tiring

YOU
how i long to scream
be me precious
be me meaningless
i want to loose myself
as long as its not tears

NO i dont crave all the adventure
no sea
no beaches
no mountain
no cities
no roads
no jungle
compares to staying
that little hour with you

in times like this i believe god
the all mighty being
just to curse
just to wish
just to throw my confusion away
how selffullfilling
all is

Dia akan pergi subuh subuh. Ketika pagi masih gelap dan suara mobil masih terdengar satu satu, panjang dan lengang. Dia akan pergi sendiri, atau menggunakan mobil bersama orang yang dia sayang. Dia tidak akan menyetir, hanya duduk di sampingnya sambil mengamati perubahan mimik mukanya. Dan mereka akan melalui jalan yang lengang, dengan lampu jalan oranye yang membuat jalan terlihat hangat tapi sendiri. Oranye yang suram, oranye yang membuatnya merasa sepi, seperti memori. Lalu mereka akan mengambil jalanan beraspal yang terlihat paling panjang, seperti hamparan karpet yang ditebar. Mereka akan melewati pohon pohon tinggi dan kurus berselang seling seperti barisan, kebun kebun teh yang seperti permadani, sungai, bukit bukit dan pantai ditepi jalan. Mereka akan mengemudi sepanjang pantai, hanya untuk melihatnya dari jauh. Mereka akan menyalakan musik, musik tanpa vokal, hanya suara instrumen yang dinyalakan kencang kencang. Langit akan diiringi rintik hujan. Rintik yang kecil kecil dan lambat. Rintik yang biasa membuat dia termangu di depan jendela kaca sambil memperhatikan bulir bulir hujan berjatuhan satu persatu ke tanah dan menimbulkan riak pada genangan air yang berwarna perak ketika akhirnya jatuh. Lalu mereka akan berhenti pada satu puncak bukit yang menghadap ke lembah dengan hutan menghampar, atau sebuah pantai dengan pasir putihnya yang luas menghadap laut dengan desau ombak yang pecah mendebur. Lalu mereka akan menghadap laut. Menurunkan sandaran kursi, meregangkan kaki dan tangan lalu memandang. Apapun yang ada di depan mata, dengan sinar perak yang panjang ketika matahari mulai muncul di garis langit dan menerpa permukaan air, mencipta kilauan. Lalu dia akan mengalihkan pandangannya pada sang pengemudi, tersenyum dan mencoba untuk tertidur sambil berharap, ini semua bukan sebuah narasi dalam sepenggal cerita fiksi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar